Kumpul Kumpul

Sudah hampir sepuluh tahun saya meninggalkan Universitas Riau (Unri). Usai ujian sarjana tanggal 9-9-99, jam 9 dan diuji lebih dari 90 menit, komunikasi dengan universitas ini berangsur-angsur mulai berkurang. Terlebih, sejak meninggalkan Pekanbaru menuju Batam awal milenium lalu, hanya sesekali kontak dengan teman-teman kuliah, termasuk dosen-dosen. Paling ketika dosen-dosen saya ke Batam, saya selalu ditelepon, untuk sekadar bertemu, berbincang-bincang beragam hal. Agaknya, sama seperti dengan orang yang meninggal, semakin hari kita semakin jauh dengan orang yang sudah mendahului kita. Paling-paling, kita menziarahi makam orang tua sesekali, entah menjelang puasa, hari raya, atau ketika pulang kampung sesekali. Dengan kuburan nenek, kakek, dan lainnya, kita semakin hari semakin jauh. Barangkali demikian juga anak-anak kita dengan kuburan orang tua kita, kian hari kian menjauh. Meski menjauh, jangan lupa untuk mengirim doa dan lainnya sesuai ajaran Islam. Meski menjauh, upaya-upaya untuk mengeratkan diri sesama almamater selalu ada. Di berbagai tempat, beberapa lulusan universitas selalu menggabungkan diri dalam ikatan alumni. Sama seperti orang-orang sekampung halaman, yang selalu menggabungkan diri dalam pagayuban atau organisasi kedaerahan. Bagi yang sedikit ‘’nakal’’ kadang dimanfaatkannya untuk kepentingan politik. Apalagi sekarang musim politik sudah tiba. Di Batam, ada juga Ikatan Alumni Unri. Tapi entah mati suri atau lagi tidur, sudah lama ikatan ini tak ...

Bermain Waktu

Orang-orang selalu bilang, waktu adalah uang. Terserah bagaimana kita mau menafsir waktu itu menjadi uang. Grup musik Ungu membuat mereka makin populer dan kantongnya makin menebal lewat lagu Demi Waktu; lagu perselingkuhan nan mendayu-dayu itu. Ada yang berjaya dengan memanfaatkan waktu. Tak sedikit yang gagal, karena sok-sok mengaku tak ada waktu. Bahkan, ada yang kekurangan waktu yang 24 jam dalam sehari itu. Pengusaha muda yang sukses, Sandiaga S Uno merasakan itu. Mantan Ketua HIPMI ini pun selalu beranda-andai agar dalam sehari waktu tidak 24 jam. ‘’Seandainya sehari itu ditambah empat jam saja, tambahan empat jam tersebut akan saya habiskan bersama keluarga,’’ katanya suatu kali, karena sering diprotes anak-anaknya, jika dia tak menyempatkan diri dalam sepekan bercengkrama dengan mereka. Barangkali, ketidaksukseskan seseorang selalu kepada manajemen waktu. Lemah membagi waktu, agaknya. Ada waktu di kantor, lebih banyak digunakan untuk bermain game, bermain solitaire. Tidak keluar pikiran kreatif entah untuk membuat sesuatu, misalnya. Allah pun sudah mengingatkan manusia dengan surat Demi Massa. Makanya, kita selalu diminta untuk salat di awal waktu. Tapi, manusia selalu menikmati kelalaiannya dalam membiarkan waktu terbuang. Pekerja di koran pun selalu dihantui keterbatasan waktu. Mereka selalu dikejar-kejar deadline untuk menyelesaikan tugasnya, baik menyelesaikan berita, menulis berita hingga proses akhir sampai dicetak. Kalau cepat ...

Lenguhan Terakhir

Tags:

Seorang pelajar terengah-engah nafasnya begitu sampai di Kantor Batam News. Tanpa dipersilakan, dia langsung terduduk. Nafasnya masih terengah-engah. ‘’Saya naik ojheg. Minta jalan dengan kecepatan tinggi. Akhirnya sampai di sini,’’ begitu lenguh siswi itu. Pukul 16.00 sudah lewat beberapa menit. Itu adalah batas akhir penerimaan naskah Lomba Menulis Andai Aku Wakil Rakyat yang digelar Batam News. Kami sudah bersiap-siap untuk meninggalkan kantor. Tapi, sang siswi memohon agar naskahnya diterima, dengan alasan yang memang dapat diterima, mengapa dia sampai terlambat beberapa menit. Lenguhan terakhir itu menuntaskan penerimaan naskah lomba. Tercatat, ada 264 naskah tulisan yang akan dinilai oleh tim juri. Cukup banyak memang. Batam News, memang sedang menggelar lomba itu yang hanya melibatkan pelajar tingkat SLTA se-Kepri. Ketika lomba itu mulai dikampanyekan, lewat Batam News, Batam TV, Batam Pos, Pos Metro dan Radio Iguana di Tanjungpinang, sebenarnya banyak protes yang muncul, terutama dari para mahasiswa. Mengapa hanya pelajar SLTA, tidak melibatkan kelompok mahasiswa? Tanya itu terus terdengar. Tapi, kita sejak awal sudah sepakat hanya melibatkan pelajar SLTA. Sebenarnya, ada kecemasan memang, tapi, saat-saat akhir penutupan, masuk sebanyak 264 naskah. Semoga mereka akan menggairahkan dunia kepenulisan di Kepulauan Riau yang sempat jaya dulu. Kini memang tidak banyak terlihat penulis-penulis muncul di Kepri. Semoga mereka bisa ...

Rahasia Malaysia dan Kesungguhan Dahlan

Puluhan wartawan berlomba-lomba mengangkat tangan untuk bertanya kepada Wakil Menteri Pariwisata Malaysia, Dato’ Sri Sulaiman Abdul Rahman Taib. Rata-rata, mereka ingin bertanya, apa rahasia Malaysia, sehingga mendapat ledakan wisman. ‘’It’s our secret,’’ kata Sulaiman diiringi derai tawa hampir seratus wartawan di One World Hotel, Malaysia. Rahasia itu sepertinya tak ingin dibagi Sulaiman. Betapa tidak, tahun 1998, cuma 5,5 juta wisman yang singgah ke Malaysia. Tahun lalu, tercatat 20,9 juta wisman yang datang. Dalam sepuluh tahun, empat kali lipat wisatawan yang melepas uang di sana. Yang paling penting adalah promosi. Ya, Malaysia memang gencar berpromosi untuk mendatangkan wisatawan. Beragam objek mereka jual, termasuk kenyamanan dan keamanan. Walaupun sekarang sedang bertikai sejumlah petinggi UMNO, partai yang berkuasa di Malaysia. Politik boleh memanas, tapi, tak boleh menyentuh pariwisata. Brosur-brosur pendukung, disebar ke serata dunia. Malah, malam Colours of Malaysia yang diselenggarakan untuk kesepuluhkali tahun ini, disiarkan langsung di sepuluh negara, seperti Indonesia, Hongkong, Australia dan lainnya. Promosi nan cerdas dilakukan negara ini. Mereka tak perlu berbondong-bondong ke luar negeri untuk berpromosi. Kalau pun ada yang pergi, adalah orang yang tepat. Bukan orang yang sekadar numpang jalan-jalan karena posisinya, dengan alasan untuk promosi wisata, dan menghabiskan anggaran rakyat. Cukup diundang 690 orang, yang terdiri dari agen wisata ...

Bangun Tiga Menara, Persingkat Jarak KL-Johor

Warna-warni kembang api menerangi langit Putrajaya, Malaysia. Gemuruh tepuk tangan dan decak kagum terdengar dari ribuan orang yang memadai Persiaran Perdana, Putrajaya, Sabtu (24/5) itu. Itulah puncak majlis pelancaran resmi Colours of Malaysia 2008. Inilah bentuk keseriusan Malaysia menggarap pasar pariwisata, yang menjadi potensi besar bagi pendapatan mereka. Tahun lalu, yang mereka canangkan sebagai Tahun Melawat Malaysia, ada 20,9 juta wisatawan mancanegara (wisman), yang berkunjung. Pundi-pundi sebesar 59 miliar ringgit Malaysia tersedot dari wisman itu. Tak heran kalau saban tahun, mereka begitu serius menggarap wisata. Tahun ini, katika Indonesia mencanangkan sebagai Tahun Melawan Indonesia, Malaysia sudah ditargetkan sebanyak 22 juta wisman yang akan datang. Dan, wisatawan Indonesia menjadi pengunjung kedua terbanyak setelah Singapura. Malam Citrawarna Malaysia itu menampilkan beragam persembahan seni budaya yang terkait dengan flora dan fauna. Tahun ini, tema yang diangkat memang flora dan fauna. Beragam hewan dan tumbuhan yang bisa diandalkan untuk membuat wisman tertarik dipersembahkan dalam bentuk tari-tarian. Untuk menyaksikan persembahan itu, Malaysia Tourisme Board mengundang media dan agen wisata dari 47 negara di dunia. Terkumpullah 690 delegasi dari negara-negara itu. Sebuah promosi yang teramat cerdas. Tak perlu mereka mengunjungi satu persatu negara itu. Ketika pulang, tentu agen wisata dan media akan menyebarkan keindahan yang dimiliki Malaysia. Batam News, bersama ...