Puluhan wartawan berlomba-lomba mengangkat tangan untuk bertanya kepada Wakil Menteri Pariwisata Malaysia, Dato’ Sri Sulaiman Abdul Rahman Taib. Rata-rata, mereka ingin bertanya, apa rahasia Malaysia, sehingga mendapat ledakan wisman.
‘’It’s our secret,’’ kata Sulaiman diiringi derai tawa hampir seratus wartawan di One World Hotel, Malaysia. Rahasia itu sepertinya tak ingin dibagi Sulaiman. Betapa tidak, tahun 1998, cuma 5,5 juta wisman yang singgah ke Malaysia. Tahun lalu, tercatat 20,9 juta wisman yang datang. Dalam sepuluh tahun, empat kali lipat wisatawan yang melepas uang di sana.
Yang paling penting adalah promosi. Ya, Malaysia memang gencar berpromosi untuk mendatangkan wisatawan. Beragam objek mereka jual, termasuk kenyamanan dan keamanan. Walaupun sekarang sedang bertikai sejumlah petinggi UMNO, partai yang berkuasa di Malaysia. Politik boleh memanas, tapi, tak boleh menyentuh pariwisata.
Brosur-brosur pendukung, disebar ke serata dunia. Malah, malam Colours of Malaysia yang diselenggarakan untuk kesepuluhkali tahun ini, disiarkan langsung di sepuluh negara, seperti Indonesia, Hongkong, Australia dan lainnya. Promosi nan cerdas dilakukan negara ini.
Mereka tak perlu berbondong-bondong ke luar negeri untuk berpromosi. Kalau pun ada yang pergi, adalah orang yang tepat. Bukan orang yang sekadar numpang jalan-jalan karena posisinya, dengan alasan untuk promosi wisata, dan menghabiskan anggaran rakyat.
Cukup diundang 690 orang, yang terdiri dari agen wisata ...